Seminar Nasional Perlindungan Ekosistem dan lingkungan

DESKRIPSI KEGIATAN

Perubahan iklim, memengaruhi berbagai sektor strategis, seperti pangan, energi, serta berdampak kepada pembangunan nasional. Perubahan iklim dan pemanasan global menjadi isu lingkungan yang paling banyak dibicarakan saat ini, baik pada tataran ilmiah maupun dalam kehidupan sehari hari. Kegiatan manusia berkontribusi pada pemanasan global melalui perubahan pada jumlah gas rumah kaca (GRK) di atmosfer. Gas-gas rumah kaca mempengaruhi iklim dengan cara merubah radiasi sinar matahari yang masuk dan radiasi inframerah yang keluar. Hal ini dapat menyebabkan pemanasan atau pendinginan sistem iklim. Perubahan iklim dipercaya akan terus terjadi, dan jika tidak dilakukan untuk mengurangi emosi GRK, suhu permukaan bumi dipastikan akan meningkat 1,4 hingga 5,8°C pada tahun 2100, hal ini akan menambah kejadian kejadian seperti gelombang panas, berkurangnya salju dan lebih banyak badai , badai tropis yang lebih kuat, dan kenaikan muka air laut sebesar 9 sampai 88 cm.

Agenda 2030 tentang Pembangunan Berkelanjutan adalah rencana aksi yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara kemakmuran ekonomi, pembangunan manusia, pelestarian lingkungan, dan penguatan perdamaian dunia. Komitmen ini diadopsi secara global oleh seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015. Lahirnya komitmen ini didorong oleh situasi global yang ditandai dengan kemiskinan ekstrem, ketidaksetaraan gender, degradasi sumber daya alam dan lingkungan, serta ancaman akibat perubahan iklim. Agenda 2030 ini diuraikan dalam 17 Tujuan dan 169 target untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Perubahan iklim terfokus pada tujuan ke 13 SDGs yakni mengambil aksi segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya karena perubahan iklim adalah tantangan global yang memengaruhi setiap orang.

Aktivitas Agriculture Forest and Other Land Use (AFOLU) memberikan sumber emisi CO2 sebesar 60% di Indonesia. Isu alih fungsi lahan dan pertanian khususnya perkebunan masih menjadi sektor yang memberikan kontribusi pada emisi yang dihasillkan. Kebijakan pembangunan nasional yang memperhatikan pengendalian perubahan iklim melalui program Indonesia Folu Net Sink 2030 menargetkan net zero emission. Untuk itu perlu dilakukan upaya strategis melalui kolaborasi multipihak untuk mencapai program strategis tersebut. Lembaga Riset Ekologi Bersama Program Pascasarjana Universitas Riau, Pemerintah Provinsi Riau, dan UNEP (United Nation Enviromental Programe) melaksanakan kegiatan dalam bentuk edukasi dengan menghimpun berbagai kebijakan dan hasil penelitian yang dilakukan oleh berbagai pihak terkait isu perubahan iklim. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah Seminar Nasional Perlindungan Ekosistem dan Lingkungan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi para pelaku diberbagai bidang antara lain Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, LSM/NGO dan Perguruan Tinggi untuk berperan aktif dalam menuangkan ide gagasan serta hasil riset yang akan dimanfaatkan dalam kajian terkait dengan perubahan iklim. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan informasi serta aksi solutif dalam kegiatan yang mendukung pembangunan berkelanjutan ditengah tantangan perubahan iklim.

MAKSUD DAN TUJUAN

Seminar Nasional Perlindungan Ekosistem dan Lingkungan ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Mewujudkan peran aktif multi pihak diberbagai bidang antara lain Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, LSM/NGO dan Perguruan Tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.
  2. Meningkatkan komitmen serta kapasitas para pemangku kepentingan untuk secara aktif melakukan aksi-aksi pengendalian perubahan iklim secara nyata dan kontekstual.
  3. Mewujudkan aksi solutif dalam pengendalian perubahan iklim yang telah dan sedang dilakukan oleh para pemangku kepentingan.

SUB TEMA CALL PAPER

Sub tema yang menjadi lingkup dalam pengiriman naskah adalah sebagai berikut:

  1. Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
  2. Pengarusutamaan Penuruan Emisi dan Pembangunan Rendah Karbon
  3. Pengelolaan Ekosistem dan Sumber Daya Lingkungan
  4. Penguatan Kebijakan, Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat
  5. Pengembangan Teknologi, Transportasi dan Energi Ramah Lingkungan
  6. Budidaya Sektor Pertanian dan Perikanan Secara Berkelanjutan
  7. Edukasi, Sosial, Ekonomi dan Kesehatan Lingkungan
  8. Eksplorasi Kearifan Lokal dan Penguatan Masyarakat Adat

Naskah ditulis dengan mengikuti template yang dapat diunduh dibawah ini:

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Pelaksanaan seminar dilakukan pada tanggal 26 Februari 2025 yang dilaksanakan secara hybrid, offline (Pekanbaru) dan daring (online) via zoom meeting. Kegiatan terdiri dari dua sesi yakni sesi narasumber utama yang diikuti oleh semua peserta baik pemakalah maupun non pemakalah kemudian dilanjutkan dengan sesi seminar pemakalah oleh peserta yang dibagi menjadi 8 subtema makalah.

  • Jadwal Penting Seminar Nasional
TanggalKegiatan
20 Januari – 14 Februari 2025Pendaftaran dan pengiriman abstrak peserta seminar
21 Februrari 2025Pengumuman abstrak yang diterima
21 – 25 Februari 2025Pengiriman Full Paper
26 Februari 2025Pelaksanaan Seminar Nasional